Part (13): Di Tengah Vertigo dan Luruhnya Harapan, Aku Belajar Bersyukur
28 Januari 2026 menjadi salah satu hari yang kembali menguji fisik dan mentalku. Hari ini aku kontrol ke RSUD Welas Asih, ke poli saraf. Vertigo yang kualami sudah berada pada tahap yang benar-benar melemahkan. Mual hebat, muntah, tubuh tak lagi bisa diajak kompromi. Masyaallah… rasanya bukan sekadar pusing, tapi dunia seperti berputar tanpa jeda. Syukurnya, vertigo ini tidak disertai dengungan di telinga. Namun tetap saja, penglihatanku melemah total. Semua terasa kabur dan menakutkan. Aku sempat teringat betapa banyak informasi di internet tentang vertigo—jujur saja, membacanya kadang membuat dada berdegup lebih kencang. Banyak kemungkinan, banyak kekhawatiran. Dan mungkin, kondisi inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa pada hari Senin sebelumnya aku sampai pingsan. Yang membuat hati sedikit perih adalah ketika pihak Kemendiknas menyarankan agar penangananku dilakukan di puskesmas. Padahal, setelah berkonsultasi dengan dokter di Welas Asih, dr. Cik Elber, jelas disampaikan...