Part 16: “Dua Hari, Dua Kontrol, Dua Cerita”

 


Selasa, 24 Februari 2026, saya kontrol ke RS Welas Asih di poli mata. Alhamdulillah, hasilnya baik. Minus dan silinder saya tidak bertambah, sehingga saya tidak perlu mengganti kacamata. Rasanya lega sekali. Meski begitu, dokter tetap menyarankan kontrol rutin enam bulan lagi, tepatnya pada Agustus 2026. Menjaga tentu lebih baik daripada mengobati.

Poli mata

Beberapa hari kemudian, tepatnya Selasa, 3 Maret 2026, saya kembali kontrol, kali ini ke poli bedah mulut. Setelah melihat hasil rontgen, dokter memutuskan gigi bungsu saya langsung ditindak hari itu juga. Awalnya saya sempat khawatir harus menjalani operasi dan rawat inap, tetapi ternyata cukup dicabut saja. Alhamdulillah.

Prosesnya cukup lama dan, jujur saja, agak menyeramkan. Gigi saya ternyata sangat kuat. Belum lagi suara bor yang membuat suasana semakin menegangkan. Saya memilih untuk tetap tenang, memejamkan mata, dan menarik napas perlahan sampai akhirnya gigi bungsu kiri saya berhasil diangkat.

Poli Bedah Mulut
foto diambil sebelum dan sesudah di cabut gigi susu yang sebelah kiri

Setelah tindakan, dokter menyarankan saya makan es krim dan menghindari makanan pedas. Sayangnya, saat ingin membeli es krim di Roti O, stoknya sedang habis dan saya harus menunggu dua jam. Namun memang benar kata dokter—es krim sangat membantu. Bibir saya tidak terlalu bengkak dan efek bius perlahan hilang tanpa rasa yang berlebihan.

Selama minum obat, saya merasa cukup nyaman. Bahkan sehari setelah pencabutan gigi, saya masih bisa bekerja mengawasi siswa SMA kelas XII yang sedang menjalani Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ). Meski begitu, sepulang dari sekolah rasa nyeri kembali muncul. Mau tiduran terasa tidak nyaman, duduk pun sama saja. Namun, saya tetap berusaha menjalani puasa hari ini, setelah kemarin sempat membatalkannya karena tindakan pencabutan gigi.

Dua hari, dua pengalaman berbeda. Satu membawa kelegaan, satu lagi menguji ketahanan. Namun keduanya mengajarkan hal yang sama: bersyukur atas kesehatan dan tetap kuat dalam setiap prosesnya.


Bersambung....

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Part (1): Belajar Menerima Diri, Pelan-Pelan

Part (8): Rumah yang Belum Selesai dan Jiwa yang Terluka

Part (5): India, Bipolar, dan Doa Pelepasan**